hadits orang tua masuk neraka karena anaknya

AtTaubah: 28) Kelima: Jika ada kerabatnya yang meninggal, maka ia tidak boleh ikut serta dalam warisan. Misalnya, ada seseorang meninggal dunia dengan meninggalkan seorang anak yang tidak shalat. Orang yang meninggal itu seorang Muslim yang shalat, sementara si anak itu tidak shalat, di samping itu ada juga sepupunya. Dandi antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada tabir dan di atas A'raf (tempat yang tertinggi) ada orang-orang yang saling mengenal, masing-masing dengan tanda-tandanya. Mereka menyeru penghuni surga, "Salamun 'alaikum" (salam sejahtera bagimu). ShalatTahajjud adalah shalat sunah yang dilakukan pada malam hari setelah tidur terlebih dahulu, karena arti Tahajjud adalah bangun pada malam hari.Afdhalnya shalat Tahajjud dilakukan pada sepertiga malam yang akhir yaitu kira-kita mulai jam 300 am sampai menjelang masuk waktu shubuh berdasarkan hadits Nabi:"Perintah Allah turun ke langit diwaktu tinggal sepertiga yang akhir dari waktu malam Apineraka sudah sangat jelas sangatlah panas dan mereka akan melolong karena kedahsyatan panas api neraka tersebut. Ini terdapat dalam hadits Bukhari dan Muslim, "lmam Bukhari meriwayatkan hadits tidur Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Samurah bin Jundub. Dalam hadits itu disebutkan bahwa beliau SAW didatangi oleh malaikat Jibril dan Mikail. DalilQur'an dan Hadist Tentang Larangan Memutuskan Tali Silaturahmi. by Firanda Andirja. 16 Agustus 2017. in Akhlak. 73 1. Dari Jubair bin Muth'im Radiyallahu anhu ia berkata: Rasulullah Sallallahu Alayhi Wasallam bersabda: " Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim ." (Muttafaqun 'alaih). وَعَنْ جُبَيْرِ Singles Aus Brandenburg An Der Havel. Jakarta - Sebagai seorang anak, Allah SWT meminta kita untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Dalam surat Al Isra ayat 23, Allah berfirmanوَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًاArtinya "Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik," Pun sebaliknya, orang tua harus mendidik anaknya dengan baik. Seorang anak dapat menjadi sumber kebahagiaan bagi orang tuanya, tetapi juga bisa menjadi malapetaka apabila tidak dididik dengan dengan itu, Nasaruddin Umar dalam detikKultum detikcom, Rabu 5/4/2023 menyampaikan bahwa apabila orang tua salah didik, tanggung jawabnya bukan hanya pada anak, melainkan juga pada keduanya."Hati-hati, jangan salah didik anak, gara-gara anak kita bisa masuk neraka," kesempatan yang sama, Prof Nasaruddin turut menyampaikan sebuah kisah yang tersemat dalam hadits mengenai kedua orang tua yang menunggu anaknya di depan pintu surga. Mereka enggan masuk lebih dahulu jika tanpa anak semata mencari dan menunggu cukup lama, datanglah sang anak yang ditunggu. Ternyata anak semata wayangnya itu dikawal oleh malaikat penjaga sang anak mendekat, dia justru menyalahkan kedua orang tuanya. Dirinya bisa sampai berbuat maksiat karena terlalu dimanjakan oleh bapak ibunya semasa hidup di kedua orang tuanya tidak memberikan sang anak pendidikan mengenai agama. Alhasil, si anak merasa tidak adil apabila ia masuk neraka sendiri sedangkan kedua orang tua yang mendidiknya masuk ke dalam hal itu, akhirnya bapak ibunya yang semula menunggu di depan pintu surga justru ikut dijerumuskan ke dalam neraka bersama sang anak. Nauzubillah min zalik, semoga kita semua senantiasa dapat menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita kelak."Pada bulan suci Ramadan ini mari kita istighfar, mari kita mengevaluasi diri kita sendiri, apakah kita menjadi ortu yang baik," pungkas Prof detikKultum Nasaruddin Umar Jangan Salah Mendidik Anak bisa disaksikan DI SINI. aeb/erd JAKARTA – Ada sekian banyak hadis yang mengandung informasi bahwa ibu dan ayah Nabi Muhammad SAW akan masuk neraka, atau bahwa Nabi meminta izin kepada Allah agar keduanya diampuni namun Allah menolak. Benarkah demikian?Prof Quraish Shihab dalam buku Membaca Sirah Nabi Muhammad SAW enggan menghidangkan riwayat-riwayat tersebut. Bukan saja karena kalau pun benar, menguraikannya pasti menyedihkan Nabi SAW. Maka sangat wajar apabila mempertanyakan para perawi atau siapapun yang membenarkan riwayat itu tentang firman Allah. Allah SWT berfirman dalam Alquran Surah Al-Isra ayat 15, “Wa maa kunnaa muadzzibina hatta nab’atsa Rasulan,”. Yang artinya, “Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang rasul,”.Dijelaskan bahwa bagaimana mungkin kedua orang tua Nabi Muhammad SAW disiksa oleh Allah SWT sedangkan keduanya sebelum wafat sebelum Nabi diutus Allah menjadi Rasul? Bahkan seluruh masyarakat yang wafat sebelum Nabi SAW diutus sewajarnya mendapat kemurahan Allah itu. Allah berfirman dalam Alquran Surah Ad-Dhuha ayat 5, “Walasaufa yu’thika Rabbuka fatardha,”. Yang artinya, “Kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga kamu puas hati,”. Prof Quraish menekankan bahwa tentu saja Nabi SAW akan puas hati antara lain jika ibu dan ayah beliau bersamanya di surga nanti. Tidak hanya anak yang bisa durhaka pada orang tua. Tapi, bisa juga berlaku sebaliknya, bahwa ada orang tua yang durhaka kepada anak, jika melakukan perilaku yang termasuk dosa orang tua terhadap anak yang dibenci Allah satu yang kadang tidak terasa adalah dengan menyia-nyiakan keberadaan anak yang sudah menjadi tanggung jawab bagi orang sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabdaكَفَى بِالْمَرْءِ إِثْمًا أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ“Cukuplah seseorang itu dikatakan berdosa karena ia telah menyia-nyiakan orang yang berada di bawah tanggung jawabnya,” HR An-Nasa’i dan Al-Hakim.Menyia-nyiakan anak yang paling parah adalah membiarkannya begitu saja tanpa diberikan pendidikan dan tidak mengajarkannya adab menjadi orang tua yang baik tidak hanya dengan memberikan kebutuhan sandang dan pangan serta rumah lebih dari itu, ada tanggung jawab moral yang besar untuk memberikan pendidikan yang Juga 5 Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Anak, Bahaya!Kewajiban Orang Tua Terhadap AnakFoto Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak Foto Orami Photo StockDalam Islam, orang tua diberi tanggung jawab untuk membesarkan dan mendidik anaknya dengan anak lahir dalam keadaan yang belum mengetahui apa-apa dan tugas besar menanti para orang tua untuk membimbing anak-anaknya dengan Alquran Allah SWT berfirmanيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan,” QS At Tahrim 6.Ayat ini menekankan bahwa pembinaan dan pendidikan anak merupakan tanggung jawab orang Rasulullah SAW memberi tanggung jawab pendidikan anak ini secara utuh kepada orang ini berdasarkan hadis dari Ibnu radhiallahu anhu yang berkata bahwa Rasulullah SAW bersabdaكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ الْإِمَامُ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas imam adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawabannya dan demikian juga seorang pria adalah seorang pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya,” HR Bukhari.Hadis ini menunjukkan bahwa kelak orang tua akan diminta tanggung jawab atas tidak bisa dialihkan begitu saja kepada orang lain misalkan kakek nenek, saudara atau bahkan penitipan saat terdapat kesalahan saat mendidik anak, hal tersebut sudah termasuk ke dalam dosa orang tua terhadap orang lain dalam hal ini sekolah hanya membantu transfer ilmu, karena sejatinya hal tersebut harus berada di bawah pengawasan orang Juga Moms dan Dads Wajib Tahu, Ini Dia 5 Manfaat Disiplin bagi AnakKewajiban Orang Tua Mendidik AnakFoto kewajiban orang tua dalam pendidikan anak penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Sosial Politik yang dikelurkan oleh Universitas Medan Area, setiap orang tua harus memiliki persepsi bahwa dalam mewujudkan kepribadian dan pendidikan anak, kedua orang tua harus lebih terlibat di yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya merupakan pendidikan yang akan selalu berjalan seiring dengan pembentukan kepribadian anak, dan bukan hanya dalam pemenuhan materi hanya itu, orang tua juga bertanggung jawab untuk memikirkan dan mengusahakan dalam menciptakan hubungan antara orang tua dengan anak yang baik dan itu juga penting untuk menambah kebaikan dan keharmonisan hidup dalam keluarga yang selalu terpelihara dengan orang tua memiliki persepsi seperti itu, diharapkan akan tumbuh generasi yang mempunyai moral yang luhur dan wawasan yang dari itu, anak-anak akan tumbuh dengan semangat pantang menyerah, serta akan menambah jumlah mutu pendidikan yang baik. Ada banyak tanggung jawab orang tua terhadap anak yang intinya adalah selama kebutuhan anak untuk tumbuh dan berkembang dari segi fisik, emosional, pengetahuan dan juga rohaninya terpenuhi dengan baik, berarti orang tua telah menunaikan Juga 7+ Kewajiban Orang Tua terhadap Anak dalam Islam, Apa Saja?Dosa Orang Tua Terhadap AnakFoto Dosa Orang Tua Terhadap Anak -2 Foto Orami Photo StockAnak dituntut untuk tidak durhaka terhadap orang tua. Sebab, rida Allah SWT berasal dari rida orang tua. Namun, siapa sangka bahwa terdapat dosa orang tua terhadap anak juga yang dibenci Allah ini adalah beberapa dosa orang tua terhadap anak yang harus Bersikap KasarBersikap kasar pada anak adalah salah satu dosa orang tua kepada anak yang paling dibenci oleh Allah menemukan perilaku anak yang tidak disukai, jangan tunjukkan sikap kasar. Hendaknya nasihatilah dengan lembut dan tetap penuh kasih Rasulullah SAW juga melarang berperilaku kasar pada anak apalagi sampai menghina dengan sebutan yang buruk dan memanggil nama yang tidak sesuai dengan nama anak jadi hal tersebut membuat anak terluka dan merasa sakit Pilih Kasih terhadap Anak-anakOrang tua yang memiliki anak lebih dari satu sangat tidak dianjurkan untuk menunjukkan rasa pilih tidak diperbolehkan menunjukkan rasa kasih sayang berlebih hanya pada 1 atau beberapa orang dengan tidak memberi perhatian yang sama pada yang termasuk dosa orang tua terhadap anak yang besar, karena dapat menyebabkan kecemburuan pada Rasulullah SAW saja memerintahkan untuk berlaku adil, apalagi pada anak. Ini juga bisa berpotensi putusnya tali silaturahmi antar sesama Membanding-bandingkanMeski terkesan sepele, nyatanya membandingkan anak termasuk dosa orang tua terhadap tidak ada seorang pun yang ingin dibandingkan, baik dengan saudaranya sendiri bahkan jika harus dibandingkan dengan orang tersebut akan menimbulkan perasaan rendah diri pada anak. Dirinya akan tumbuh menjadi orang yang tidak percaya diri dan merasa tidak mampu melakukan tidak semua orang memiliki kemampuan yang sama, bahkan pada anak kembar sekali Juga Pertengkaran Orang Tua dan Dampaknya Terhadap Psikologi Anak4. Mengekang KebebasanMembiarkan anak bermain adalah salah satu hal yang sangat penting dalam masa pengenalan juga akan mendukung masa tumbuh kembangnya secara optimal. Membatasi dengan mengekang kebebasannya termasuk dalam dosa orang tua terhadap adalah hak setiap anak. Daripada dikekang, alangkah lebih baiknya untuk memberikan arahan, menunjukkan mana yang baik dan buruk, serta hal-hal yang diperbolehkan atau akan memberikan anak kesempatan untuk belajar dan juga mengekspresikan diri dengan Mendoakan KeburukanBerdoa bukan hanya di setiap selesai mengerjakan ibadah saja, bahkan setiap ucapan yang keluar dari mulut orang tua semuanya bisa dikatakan sebagai orang tua tidak sadar mendoakan keburukan pada anak apalagi saat anak tidak menurut atau berkelakukan tidak pentingnya menjaga lisan. Apalagi saat berubah status sebagai orang tua terlebih ibu, apa yang diucapkan dari mulut bisa menjadi doa dan lebih mudah untuk baiknya saat marah, menarik waktu untuk sendiri daripada mengomel dan malah mendoakan keburukan bagi Juga 10 Daftar Sekolah Montessori Jakarta Unggulan untuk Asah Potensi Si Kecil6. Tidak Memberi PendidikanSalah satu tanggung jawab orang tua kepada anak adalah memberikan pendidikan yang layak. Sebab, anak harus tumbuh dengan mendapatkan baik sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada melulu memenuhi keinginan fisik, kebutuhan otak dan hatinya pun harus pendidikan juga tidak dibatasi dengan memasukannya ke sekolah. Saat berada di rumah pun, orang tua harus memberi contoh dan belajar bersama meski merasa sangat memberi pendidikan yang layak, orang tua telah bertanggung jawab mempersiapkan masa depan mengetahui dosa orang tua terhadap anak ini diharapkan para orang tua dapat menghindarinya dan dapat memenuhi kewajibannya tersebut dengan Moms dan Dads terhindar menjadi orang tua yang durhaka kepada anak, ya dengan selalu memberikan kasih sayang serta penuhi kewajiban yang perlu ditunaikan sebagai orang tua. Penelantaran anak apapun itu alasannya adalah hal yang dilarang baik itu secara agama maupun secara hukum yang berlaku di negara. Dalam QS At-Tahrim6, Allah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, perilaharalah dirimu dan kelaurgamu ke dalam api neraka.” Seorang tabi’in, Qatadah menafsirkan bahwa “Engkau perintahkan manusia untuk taat kepada Allah dan melarang mereka durhaka kepada-Nya. Engkau tegaskan mereka untuk mematuhi perintah Allah, membantu mereka untuk menjalankannya. Apabila mereka berbuat hal-hal maksiat, maka peringatkan dan cegah mereka.” Rasulullah SAW bersabda “pria adalah seorang pemimpin di dalam kelaurganya sebab dia akan ditanya tentang kepemimpinannya, wanita adalah pemimpin rumah suami dan anak-anaknya, dia akan ditanya tentang kepemimpinannya HR Bukhari Muslim. Orang tua mempunyai 3 peran terhadap anak menurut Zakiyah Drajat dkk yaitu merawat tumbuh kembnag anak, membantu anak dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya serta merawat psikologis dan emosional anak. Kewajiban orang tua terhadap anak adalah Menyediakan hidup yang baikMenerima nama yang baikDisembelihkan aqiqahnyaASI selama 2 tahunMnyediakan makan, minum, pakaian, pendidikan, agama, akhlah, pengajaran Al-QuranKesehatan yang baikMemberikan kasih sayang, keamanan dan perlindunganDampak Penelantaran AnakDalam QS An-Nisa’9, sudah sangat jelas dalam hukum Islam bahwa Islam sangat melarang penelantaran anak. Sebab seorang anak akan mewarisi apa saja yang dimiliki orang tua, menjaga keturunan keluarga serta harapan agama dan bangsa di masa tua berkewajiban menjaga, mendidik dan memelihara agar anak dapat memajukan dan memperjuangkan agama dan bangsa dengan baik bukan malah menelantarkannya. Anak yang ditelantarkan akan menjadi pengemis, gelandangan, pengangguaran yang berdampak pada kenakalan remaja. Perkembangan fisik dan emosional pun menjadi tidak normal, anak mengalami gangguan bahasa dan sosial, tidak tegas, sering bolos sekolah serta penampilannya tidak terawat. “Cukup berdosa orang yang yang mengabaikan hak seseorang yang menjadi tanggungannya” HR Abu Daud Nasa’i dan Hakim.Jika memang seorang ayah yang telah bekerja tidak mencukupi kebutuhan si anak, maka ayah boleh meminta bantuan ahli waris anak karena ahli waris berkewajiban menafkahi si anak Al-Baqarah 233. Waris adalah siapapun yang akan mendapat warisan jika si anak telah meninggal. Jika si anak adalah orang dewasa, maka yang menjadi ahli waris adalah 15 pria dan 10 wanita. Jika si anak belum dewasa, maka ahli waris selain ayahnya adalah 3 pria yaitu kakek dari bapak, paman si anak atau paman sebapak dan 3 wanita yaitu ibu si anak, nenek dari pihak ibu anak atau nenek dari pihak ayah bagi Orang Tua yang Menelantarkan AnakOrang tua mendapat hukuman dari AllahJika Allah sudah memberi hukuman, maka tidak ada hal yang dapat manusia lakukan. Rasulullah SAW mengingatkan, “Sesungguhnya pada hari kiamat ada manusia yang tidak akan diajak bicara, tidak disucikan dan tidak dilihat”. Kemudian Nabi ditanya “Siapakah orang-orang itu?” Nabi Muhammad SAW lalu menjawab “Anak yang berlepas diri dari orang tuanya dan orang tua ynag berlepas diri dari anaknya,” HR AhmadOrang tua kehilangan doa dan amal si anakKetika orang tua meninggal, maka hanya doa dan amal yang mereka harapkan. Doa ampunan yang bermanfaat dan amal anak yang membuat orang tua juga ikut mendapatkan pahala. Ini semua adalah hasil kerja keras orang tua dalam memberikan pendidikan bagi anaknya. Jika sang anak ditelantarkan, maka dia tidak mendapatkan keduanya. Anak yang ditelantarkan akan enggan mendoakan orang tuanya dan amalnya pula menjadi milik dia seorang sehingga orang tua mengalami kesengsaraan sewaktu permusuhan antara anak dengan orang tuaJika saja orang tua yang tidak berniat menelantarkan anak dapatmenimbulkan kebencian pada diri sang anak, apalagi orang tua yang benar-benar menelantarkan. Bukan hanya kebencian yang didapat, akan juga bertambah menjadi permusuhan. Dalam QS At-Taghabun14, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu. Jika seorang mukmin saja dapat mempunyai anak yang dapat menjadi musuh, apalagi orang tua yang menelantarkan anaknya tua kehilangan kasih sayangKita menginginkan orang tua yang menelantarkan si anak adalah mereka yang tengah berada dalam kesulitan ekonomi keluarga bukan karena telah kehilangan rasa kasih sayang kepada anak-anaknya. Sudah jelas bahwa Islam melarang manusia untuk menelantarkan anak-anaknya. Jangankan anak, Allah saja melaknat seseorang yang mengurung dan tidak memberi makan Rasulullah bersabda “Dakhalatimra’ atun naara fii Hirratin” yang artinya seorang wanita akan masuk neraka karena seekor kucing.” Hadits ini berkaitan erat dengan kisah seorang wanita yang mengurung kucing tanpa memberi makan dan adalah wanita tersebut akan masuk neraka karena telah menganiaya kucing dan tidak memberi makan. Islam juga sangat mengecam orang-orang yang sudah kehilangan kasih sayangnya kepada umat manusia dan tingkatkan cara meningkatkan iman dan taqwa yang benar. Rasulullah bersabda “Laa yarhamullaaHu man laa yarhamun naasa” yang artinya “Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak sayang kepada manusia.”Penelantaran Anak di masa Rasulullah SAWPenelantaran anak juga sering disebabkan oleh tidak adanya keluarga yang sanggup menanggungnya. Mungkin saja hal ini disebabkan karena keluarga besar sedang menghadapi masalah keuangan atau karena faktor bencana alam. Maka dalam hal ini yang memberikan nafkah adalah tanggung jawab Negara Islam. Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Siapa saja yang meninggalkan harta untuk siapa saja ynag meninggalkan “kalla” orang lemah yang tidak punya anak anak dna orang tua, maka mereka menjadi kewajiban kamu.” Selain sebagai Nabi, Rasulullah SAW juga menjadi pemimpin Darulah Islamiyah. Nafkah sang anak oleh Negaara Islam diambil dari kas negara Baitul Maal pada pos zakat. Jika dana ini habis, maka diambil dari dana pos lain. Apabila dalam kas Negara, sudah habis hartnya, maka kewajiban menyelamatkan anak yang terlantar diberikan kepada orang-orang kaya. QS Adz-Dzariyat19,“Dan di dalam harta mereka, ada hak bagi orang miskin yang meminta-minta”. Bahkan Rasulullah juga bersabda, “Tidakkah beriman kepada-Ku, siapa saja yang telah tidur kekenayagan, akan tetapi dia mengatahui bahwa tetangga sampingnya sedang kelaparan HR Al-Bazzar.Demikian hukum menelantarkan anak dalam Islam. Sesungguhnya anak sudah diciptakan menurut Tujuan Penciptaan Manusia, Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam. Oleh karena itu, anak tidak boleh ditelantarkan. Semoga bermanfaat. Home » Islam Penulis Unknown Ditayangkan 08 Apr 2016 Orangtua memiliki kewajiban dalam mendidik dan mengasuh anak dengan tuntutan agama. Hal tersebut harus dilakukan agar anak bisa menjadi sosok yang shaleh. Namun, tidak semua orangtua bisa melakukan tanggung jawab banyak orangtua shaleh namun memiliki anak yang suka berbuat maksiat. Hal ini bisa terjadi karena faktor dari si anak sendiri dan lingkungan mereka. Hal ini berpotensi membawa anak masuk ke jurang neraka di akhirat tidak hanya akan menyeret dirinya sendiri, anak tersebut juga bisa membuat orangtua yang sudah divonis akan masuk surga akhirnya batal dan justru terjerumus ke dalam neraka. Golongan orangtua bagaimanakah yang akan mengalami nasib seperti itu? Berikut informasi yang shaleh dan telah divonis akan masuk ke dalam surga bisa batal memasukinya dan justru terjerumus ke dalam neraka adalah orangtua yang melihat anaknya berbuat maksiat namun ia tidak melarang perbuatan tersebut.“Telah dikabarkan kepada kami bahwa seorang anak akan tergantung di leher ayahnya pada hari kiamat nanti. Lalu dia berkata Wahai Rabbku, ambillah hakku dari orang yang menzhalimiku ini!’ Sang ayah berkata Bagaimana aku menzhalimimu, sedangkan aku telah memberimu makan dan pakaian?’ Sang anak berkata Benar, engkau telah memberiku makan dan pakaian, tetapi engkau melihatku melakukan maksiat dan engkau tidak melarangku.'” Dikutip dari Majalah Az-Zahur, Sya’ban 1420 HDi dalam Al-Qur’an, Allah SWT telah berfirman “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” tafsir dari ayat di atas, Qatadah berkata “Perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan laranglah mereka dari perbuatan maksiat kepada-Nya. Bantulah mereka untuk mengerjakan perintah Allah. Apabila kamu melihat mereka melakukan kemaksiatan, maka tegurlah!” Ibnu Jarir juga berkata “Kita wajib untuk mengajarkan anak-anak kita tentang agama Islam, kebaikan dan adab!” Sedangkan Ibnu Umar berkata “Didiklah anakmu, karena kelak kamu akan ditanya tentang pendidikan dan pengajaran seperti apa yang telah kamu berikan kepada anakmu. Anakmu juga akan ditanya tentang bagaimana dia berbakti dan berlaku taat kepadamu.”Dari tafsir yang sudah dijelaskan oleh para mufassir di atas, jelaslah bahwanya Allah SWT memberikan perintah tegas kepada para muslim untuk senantiasa menjaga keluarganya dari siksaan api neraka. Caranya adalah dengan memperhatikan pendidikan agamanya serta memantau setiap perbuatan yang tersebut merupakan sebuah kewajiban yang apabila tidak dipatuhi maka konsekuensinya akan diterima di akhirat senada juga dapat difahami dari hadits shahih yang berbunyi “Seorang laki-laki adalah pemimpin dalam keluarganya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” HR Bukhari dan MuslimDari hadist di atas mengisyaratkan bahwa apabila ada orangtua yang mendidik anaknya dengan tidak baik, maka ia akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan yang dilakukannya di dunia tersebut saat hari kiamat informasi mengenai orangtua yang batal masuk surga karena anaknya. Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai orangtua mendidik buah hati dengan ajaran agama. Agar anak tersebut menjadi sosok yang shaleh dan membawa kita masuk ke dalam surga, bukan menjerumuskan ke dalam api neraka karena perbuatan kita dan keluarga kita senantiasa diberi hidayah oleh Allah swt agar tetap senantiasa bisa menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangannya karena lingkuangan keluarga lah yang pertama mendidik anak saat tumbuh dewasa dan dengan pengawasan dari orangtua lah anak bisa menjadi orang yang bermanfaat. Wallahu A'lamSumber infoyunik islam orang tua unik

hadits orang tua masuk neraka karena anaknya