hadis terkait tentang rendah hati hemat dan hidup sederhana

Artinya "Jangan sekali-kali engkau (Muhammad) tujukan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang kafir), dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka dan bersikap rendah hatilah engkau terhadap orang-orang yang beriman." - (Q.S Al-Hijr: 88). Ketiga, 1 Sikap Percaya Diri dan Mandiri dari Nabi Muhammad saw, memahami Hadis yang terkait dengan perilaku mandiri, percaya diri, dan bertanggung jawab. 2. Pesan dalam Q.S An-Nasr, memahami makna Q.S. an-Nasr dan al-Kausar. 3. Allah Maha Esa dan Maha Pemberi, Hematdan sederhana akan membuat kehidupan manusia menjadi lebih tenang dan tenteram. Jika kita mau berhemat dan hidup sederhana, perasaan kita tidak akan mudah terpengaruh oleh hal-hal serta keinginan-keinginan yang tidak penting. Itulah sebabnya mengapa Rasullullah saw. sangat mementingkan kedua sikap ini dalam kehidupan sehari-hari. Secaraberpasangan peserta didik mendemontrasikan hafalan dan arti ayat Q.S. Al Furqan (25): 63, Q.S. Al Isra'(17): 27, serta hadis terkait.tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana.. 3. Penutup. a. Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran. b. Memahamiq.s. al-furqan/25: 63, q.s. al-isra'/17: 26-27 dan hadis terkait tentang rendah hati, hemat, dan hidup sederhana; Memahami q.s. an-nahl/16: 114 dan hadis terkait tentang mengonsumsi makanan dan minuman yang halal dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari; Memahami makna beriman kepada kitab-kitab allah swt; Beriman Kepada Rasul Allah SWT Singles Aus Brandenburg An Der Havel. Rasulullah Saw menerima wahyu dari Allah SWT berupa Al Quran. Al Quran berisi petunjuk dan pedoman hidup manusia dalam meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Seperti yang terdapat di dalam Al Furqan ayat 63, yaitu tentang perintah untuk berbuat rendah hati. Allah SWT ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا Arti Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandung keselamatan. Quran Surat Al-Furqan Ayat 63 Dalam Islam, sikap rendah hati disebut juga tawaduk, yaitu sikap tidak merasa lebih dari orang lain. Orang yang memiliki sikap rendah hati akan selalu merasa segala kelebihan yang dimiliki adalah titipan dari Allah SWT, dan tidak patut dibanggakan disombongkan. Selain itu, orang yang rendah hati juga selalu menganggap kelebihan yang dimiliki merupakan sebuah nikmat yang harus disyukuri. Karena dia yakin bahwa nikmat yang disyukuri akan senantiasa ditambah lagi oleh Allah SWT Berfirman.…وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًاArti “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong..” Quran Surat Al-Isra Ayat 37Dalam ayat lain Allah SWT جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ Arti Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. Quran Surat An-Nahl Ayat 23 Sikap rendah hati dapat menyelamatkan manusia dari kehancuran, karena rendah hati akan menjauhkan dari sikap sombong. Apabila manusia tidak memiliki sikap sombong, maka manusia akan terhindar dari siksa Allah SWT di dalam nereka. Oleh karena itu, sikap sombong harus dihindari oleh setiap muslim, karena yang berhak sombong adalah Allah SWT. عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارِ رَضِيَ اللهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ﷺ إِنَّ اللّٰهَ أَوْحَى ِإلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغَى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ رواه مسلمArtinya “Sesungguhnya Allah swt. telah mewahyukan kepadaku agar kalian bertawaduk, sehingga tak seorang pun menyombongkan diri kepada yang lain, atau seseorang tiada menganiaya kepada yang lainnya.” HR. Muslim Sikap rendah hati dapat mengembangkan apa yang telah dimiliki seseorang, karen merasa apa yang dimiliki saat ini bukanlah sesuatu yang besar dan dapat memberikan kemuliaan bagi orang yang mengamalkannya. قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ SAW. bersabda, “Siapa yang tawadhu’ karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajat nya di dunia dan akhirat, dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ibnu Mandah dan imam Abu Nu’aim dari sahabat Aus bin Khauli Adapun hikmah penerapan sikap rendah hati dalam kehidupan seharri-hari, antar lain Menjadi orang yang ikhlasTerhindar dari perilaku sombongDihargai dan dihormati oleh Allah SWTDitinggikan derajatnya oleh Allah SWTMendapatkan ketentraan dan kenyamanan dalam hidup Al Isra Ayat 26Allah SWT ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا Arti Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Quran Surat Al-Isra Ayat 26 Ayat diatas berisi mengenai perintah agar manusia menginfakkan sebagian hartanya kepada keluarga terdekat, orang-orang miskin, dan orang-orang dalam perjalanan menuju kebaikan. Di samping itu, ayat tersebut juga berisikan perintah kepada manusia untuk tidak bersikap boros dengan menghamburkan-hamburkan hartanya. Tidak bersikap boros disebut dengan sikap hemat. Hemat dapat diartikan sebagai sikap berhati-hati dalam membelanjakan harta yang dimiliki, atau sikap yang tidak boros. Sedangkan boros adalah sikap berlebihan dalam menggunkan harta untuk hal yang tidak Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةَ الْمَالِ“Sesungguhnya Allah meridlai tiga hal bagi kalian dan murka apabila kalian melakukan tiga hal. Allah ridha jika kalian menyembah-Nya dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan Allah ridla jika kalian berpegang pada tali Allah seluruhnya dan kalian saling menasehati terhadap para penguasa yang mengatur urusan kalian. Allah murka jika kalian sibuk dengan desas-desus, banyak mengemukakan pertanyaan yang tidak berguna serta membuang-buang harta.” HR. Muslim beberapa hikmah yang didapatkan dari pelaksanaan sikap hemat, antar lain Terhindar dari sifat borosDapat memanfaatkan sesuatu dengan makasimalMemiliki kesempatan kaya lebih tinggiMendapat pahala dari Allah SWTTerhindar dari bujuk rayu setan yang selalu mendorong untuk bersikap boros. Al Isra’ Ayat 27 Allah SWT ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓا۟ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا Arti Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. Quran Surat Al-Isra Ayat 27 Ayat di atas menjelaskan bahwa orang yang boros termasuk saudara setan dan tidak akan masuk surga. Islam mengajarkan kepada manusia untuk hidup dengan sederhana, yakni menjaga diri untuk selalu dalam kesederhanaan meskipun memiliki kekayaan atau harta yang melimpah. Hidup sederhana adalah hidup secara wajar dan secukupnya. Hidup sederhana merupakan hasil dari penerapan sikap rendah hati dan hemat. Orang yang senantiasa rendah hati dan hemat dalam menjalani kehidupannya, termasuk dalam golongan orang-orang yang hidup sedrhana. Allah SWT melarang manusia untuk berbuat boros, karena boros merupakan sikap yang berlebihan dan dapat menjerumuskan manusia ke dalam kesombongan. Maka dari itu, Rasulullah SAW mengajarkan kepada umat Islam untuk tidak berlebihan dalam hal عَمْرِوبْنِ شَعْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلْ وَاشْرَبْ وَالْبَسْ وَتَصَدَّقْ فِى غَيْرِ سَرَفٍ وَلاَ مَخِيْلَةٍ أخرجه أبوداود وأحمدArtinyaDari Amr bin Sya’ab dari bapaknya dari kakeknya ia berkata Rasulullah SAW bersabda “ makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bershadaqahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri” HR. Abu Daud dan Ahmad Adapun beberapa hikmah yang diperoleh dari pengalaman sikap hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari, antara lain Terhindar dari perilaku-perilaku buruk akibat sikap borosTidak termasuk saudara setanTumbuh menjadi orang yang qanaahTerhindar dari sikap borosMendapatkan ketentraman dan kenyamanan did alam hidup Sumber Navigasi pos Soal tentang Rendah Hati, Hemat, dan Hidup SederhanaBerikut kumpulan contoh soal Pendidikan Agama Islam pada materi "rendah hati, hemat, dan hidup sederhana". Soal di bawah ini bisa digunakan untuk UH, PTS, PAS, PAT, AKM, US, dan ujian lainnya. Semoga UjianI. Pilihlah salah satu jawaban yang paling benar! 1. Perhatikan ayat berikut! وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُوْنَ قَالُوْا سَلمًا Arti dari ayat tersebut adalah …. a. dan apabila orang-orang sombong menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka mengucapkan “salam” b. dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka mengucapkan “salam” c. dan apabila orang-orang kafir menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka tidak mengucapkan “salam” d. dan apabila orang-orang musyrik menyapa mereka dengan kata-kata yang menghina, mereka tidak mengucapkan “salam” 2. Perhatikan ayat berikut! إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْا إِخْوَانَ الشَّيطِيْنِ Kandungan isi ayat tersebut adalah …. a. pemboros itu adalah saudara setan b. setan suka dengan orang sombong c. pemboros menimbulkan kesengsaraan d. janganlah meniru perilaku setan yang hina 3. Rudi di kelasnya dikenal sebagai siswa berprestasi. Namun Rudi tidak mau berbagi pengetahuan dan kepandaiannya dengan teman-temannya. Dia merasa bahwa tidak ada gunanya untuk berbagi dengan orang lain karena dengan demikian dia adalah satu-satunya siswa berprestasi di kelasnya. Karena sikapnya itu Rudi dijauhi kawan-kawannya. Cerita ini menunjukkan bahwa ... a. Berbagi dengan orang lain dalam hal harta sangat dianjurkan b. Rudi adalah siswa yang rajin belajar c. Sifat takabur tidak disukai banyak orang d. Kawan-kawan Rudi merasa iri terhadap prestasi Rudi 4. Sikap rendah hati dalam ajaran Islam dikenal dengan istilah....... a. tasamuh b. takabur c. tawadhu d. tawashul 5. Perhatikan pernyataan berikut! 1 Menyalakan lampu di siang hari 2 Menabung dari sisa uang jajan 3 Membeli barang sesuai keinginan 4 Membelanjakan uang sesuai kebutuhan Yang merupakan perilaku hemat dan hidup sederhana adalah .... a. 1 dan 2 b. 1 dan 4 c. 2 dan 3 d. 2 dan 4 6. Allah melarang hamba-Nya untuk bersikap sombong dan memerintakan untuk bersikap rendah hati. Mengapa demikian? a. rendah hati merupakan akhlak Islam yang mulia b. rendah hati merupakan watak dasar setiap manusia c. rendah hati merupakan pencerminan keimanan seseorang d. rendah hati merupakan perilaku manusia yang tidak memiliki jabatan 7. Seseorang yang mempunyai sifat rendah hati apabila disapa dengan sapaan buruk akan membalas dengan .... a. berdiri dan membisu b. sapaan yang sama c. menyapa dengan wajar d. sapaan dan salam 8. Hikmah yang terkandung dalam hadis yang melarang kita berlebihan dalam menggunakan air wudu adalah .... a. meningkatkan rasa kepedulian kepada lingkungan b. sebagian air digunakan untuk keperluan yang lain c. agar biaya untuk membayar air tidak banyak terpakai d. agar salatnya menjadi menjadi lebih sempurna 9. Kita diperintahkan untuk memiliki sifat rendah hati, dengan demikian kita dilarang memiliki sifat .... a. Pembohong b. takabur c. hasud d. khianat 10. Manfaat yang dapat kita peroleh dari perilaku hidup hemat dan sederhana adalah .... a. semua keinginan dapat terpenuhi pada masa sekarang b. dapat menabung untuk kebutuhan yang akan datang c. menjadi salah satu cara agar cepat menjadi kaya d. bisa peduli pada sesama manusia di sekitar kita II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan benar ! 1. Jelaskan pengertian rendah hati! 2. Bagaimana cara tawadhu’ terhadap guru? 3. Mengapa kita diperintahkan hidup hemat, beri 2 alasan! 4. Buatlah 2 contoh hidup sederhana dalam kehidupan sehari-hari ? 5. Terjemahkan penggalan hadis berikut! وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ للهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ Ada banyak pemaknaan hadis agar dapat menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih baik, salah satunya terdapat hadis tentang rendah melengkapi akhlak baik yang harus dimiliki olah umat Islam, sifat rendah hati juga menjadi hal yang mendapatkan sorotan karena juga memiliki penjelasannya di dalam Islam, rendah hati disebut juga dengan tawadhu. Ini merupakan akhlak terpuji dalam Islam, karena seseorang menempatkan dirinya lebih rendah di hadapan Allah studi di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, disebutkan bahwa rendah hati tawadhu ialah bersikap tenang, sederhana dan sungguh-sungguh menjauhi perbuatan takabur sombong.Untuk bisa bersikap tawadhu, seseorang harus menanggalkan sifat sombong yang ada dalam dengan cara inilah sikap tawadhu dalam diri seseorang dapat tumbuh dengan Juga 9 Hadis dan Ayat Alquran tentang Wabah Penyakit, Masya Allah!Hadis Tentang Rendah HatiFoto ciri-ciri orang rendah hati Foto Orami Photo StockSeseorang yang memiliki kerendahan hati akan sadar akan keterbatasan kemampuan dirinya, sehingga tidak merasa lebih baik atau unggul dari orang saja, orang rendah hati akan terhindar dari kesombongan. Dengan begitu, orang rendah hati atau tawadhu akan diangkat derajatnya oleh Allah ini adalah hadis tentang rendah hati yang bisa Moms pahami1. Hadis tentang Rendah Hati dan Kesombonganقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {مَنْ تَوَاضَعَ لِلهِ رَفَعَهُ اللهُ وَمَنْ تَكَّبَرَ وَضَعَهُ اللهُ}.Artinya“Nabi SAW bersabda Barang siapa yang tawadhu’ rendah hati karena Allah, maka Allah akan mengangkat derajat nya di dunia dan akhirat. Dan siapa yang sombong maka Allah akan merendahkannya.” HR Imam Ibnu Mandah dan Imam Abu Nu’aim.Dalam riwayat lain disebutkanوَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُArtinya“Tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ rendah hati karena Allah, melainkan Allah akan meninggikannya.” HR MuslimIni menunjukkan bahwa seorang yang rendah hati akan mendapat kemuliaan di sisi Allah SWT. Sebaliknya, orang yang sombong justru akan Hadis Tentang Pentingnya Rendah Hatiوَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {مَا مِنْ آدَمِيِّ إِلاَّ وَفِيْ رَأْسِهِ سِلْسِلَتَانِ سِلْسِلَةٌ فِى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ وَسِلْسِلَةٌ فِى الْأَرْضِ السَّابِعَةِ، فَإذَا تَوَاضَعَ رَفَعَهُ اللهُ بِالسِّلْسِلَةِ إِلَى السَّمَاءِ السَّابِعَةِ، وَإِذَا تَجَبَّرَ وَضَعَهُ اللهُ بِالسِّلْسِلَةِ إِلَى الْأَرْضِ السَّابِعَةِ}.Artinya“Tidak ada manusia kecuali di kepalanya ada dua rantai, rantai di langit ke tujuh dan rantai di bumi ke ia tawadhu maka Allah akan mengangkatnya dengan rantai ke langit ke tujuh dan jika ia sombong maka Allah akan merendahkannya dengan rantai ke bumi ke tujuh.” HR. Imam Al-Kharaithi, Imam Al-Hasan bin Sufyan, Ibnu La’al, dan imam Ad-Dailami.Hadits ini mengingatkan tentang pentingnya sikap rendah hati dan bahaya jika memiliki kesombongan. Dalam hadis berikutnya disebutkanوَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {الْكَرَمُ التَّقْوَى وَالشَّرَفُ التَّواضُعُ وَالْيَقِيْنُ الْغِنَى}.Artinya“Nabi SAW bersabda Kemuliaan adalah taqwa, kemuliaan itu tawadhu’ rendah hati, dan keyakinan itu kekayaan.” HR Imam Ibnu Abid Dunya dari Yahya bin Abi KatsirBaca Juga Keutamaan Syarifah Berdasarkan Alquran dan Hadis, Umat Muslim Wajib Tahu!2. Hadis Tentang Rendah Hati dan Kemuliaanوَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ {الْكَرَمُ التَّقْوَى وَالشَّرَفُ التَّواضُعُ وَالْيَقِيْنُ الْغِنَى}.Artinya “Nabi SAW bersabda Kemuliaan adalah taqwa, kemuliaan itu tawadhu’, dan keyakinan itu kekayaan.” HR Imam Ibnu Abid Dunya dari Yahya bin Abi Katsir3. Hadis Tentang Rendah Hati yang akan Mengantarkan ke SurgaDalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.” HR MuslimDari hadis tersebut dapat diketahui bahwa orang yang rendah hati akan masuk surga dan orang yang menyombongkan dirinya walaupun hanya sedikit tidak masuk Hadis Tentang Rendah Hati dan Derajat ManusiaDari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” HR MuslimBaca Juga 9+ Hadis dan Ayat Alquran tentang Sedekah, Masya Allah!Keutamaan Sifat Rendah Hati Menurut IslamFoto Mengenal Khiyar, Aturan Jual-Beli dalam Islam yang Menenteramkan Foto Orami Photo StockHakikat manusia menurut Islam memanglah sebagai khalifah di bumi. Namun, ini bukan berarti manusia boleh menyombongkan dirinya dihadapan Sang Pencipta maupun rendah hati amat diperlukan sebagai hamba Allah SWT yang taat, karena salah satu sifat orang yang bertakwa adalah orang yang selalu merendahkan diri dan mengetahui hadis tentang rendah hati, berikut ini adalah beberapa keutamaan rendah hati menurut Islam, yakni1. Mencegah Berbangga Diri Atau SombongDari Iyadh bin Himar RA, Rasulullah SAW bersabda “Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seeorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” HR MuslimDalam hadis tersebut dikatakan, bahwa Allah mewahyukan kepada Rasulullah agar manusia saling merendahkan dirinya agar terhindar dari sikap sombong atau berbangga Disegani dan Dihormati Orang LainOrang menjadi segan dan hormat kepada orang yang memiliki kerendahan hati. Karena itu, meski memiliki kelebihan, tetaplah rendah hati dan tidak menyombongkan Juga 3+ Hadis tentang Niat dan Maknanya, Wajib Tahu!3. Disenangi Banyak OrangOrang-orang akan lebih senang kepada orang yang selalu rendah hati dibanding dengan orang yang selalu membanggakan atau menyombongkan yang selalu menyombongkan diri biasanya tidak akan disukai oleh Hati yang Selalu TenangOrang yang memiliki sifat rendah hati akan merasakan kedamaian dan ketenangan dalam dia tidak perlu menyombongkan diri dihadapan orang lain dan tidak akan merasa iri ketika ada orang lain yang lebih tinggi serta lebih hebat Mewarisi Sikap Mulia Para NabiPara Nabi memiliki sifat rendah hati, padahal mereka adalah manusia pilihan Allah seperti Nabi Musa AS yang tidak malu untuk melakukan pekerjaan seperti memberi makan dan minum pada hewan ternak demi membantu dua orang perempuan yang ayahnya sudah tua dalam sebuah hadis juga dikatakan bahwa Rasulullah SAW selalu membantu pekerjaan keluarganya meskipun ia adalah seorang Nabi yang Al-Aswad ia berkata, Rasulullah SAW bersabda “Aku pernah bertanya kepada Aisyah tentang apa yang dikerjakan Nabi Muhammad SAW ketika berada dirumah. Lalu Aisyah menjawabBeliau selalu membantu pekerjaan keluarganya, dan jika datang watu shalat maka beliau keluar untuk melaksanakan shalat.” HR BukhariBaca Juga 5+ Hadits Senyum dan Hikmahnya, Masya Allah!6. Jalan Menuju Kedudukan MuliaDari Abu Bakar Ash-Shidiq ia berkata “Kami dapati kemuliaan itu datang dari sifat takwa, qana’ah merasa cukup, muncul karena yakin pada apa yang ada di sisi Allah, dan kedudukan yang mulia didapat dari sifat tawadhu.”7. Menjadikan Rasulullah SAW sebagai Suri TauladanRasulullah SAW adalah seseorang yang selalu rendah hati. Beliau tidak pernah menyombongkan kemuliaan dan bahkan beliau mau memberi salam kepada anak kecil terlebih dahulu yang kedudukannya di bawah Anas, ia berkata “Sungguh, Rasulullah biasa berkunjung kepada kaum Anshor. Lantas beliau memberi salam kepada anak-anak kecil dan mengusap kepalanya.” HR Ibnu HibbanDari beberapa hadis tentang rendah hati dan keutamaan sikap tawadhu tersebut, dapat diketahui dengan jelas bahwa rendah hati adalah hal yang dianjurkan Allah kita semua termasuk kedalam golongan orang yang bertakwa. Kumpulan Hadist-Hadist ini dapat dijadikan sebagai bahan makalah untuk pelajaran Agama bagui siswa-siswi SMP. Hadist-hadist Tentang Rendah Diri, Hemat, Dan Hidup Sederhana 1. Hadits tentang Rendah Hati Tawadhu عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ قَالَ قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم إنَّ اللّهَ أَوْحَىٰ إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّىٰ لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ علىٰ أَحَدٍ، وَلاَ يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَىٰ أَحَدٍ Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku untuk menyuruh kalian bersikap rendah hati, sehingga tidak ada seorang pun yang membanggakan dirinya di hadapan orang lain, dan tidak seorang pun yang berbuat aniaya terhadap orang lain. HR. Muslim مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ. وَمَا زَادَ اللّهُ عَبْداً بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا. وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللّهُ Harta tidak akan berkurang karena sedekah, dan Allah tidak akan menambahkan kepada hamba-Nya yang pemaaf kecuali kemuliaan. Dan tidak seorang pun yang merendahkan dirinya untuk Allah kecuali Allah akan memuliakannya. HR. Muslim عَنْ عِيَاضِ بِنْ حِمَارِقَالَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمُ اِنَّ اللهَ تَعَالَى اَوْحَى اِلَّيَاَنْ تَوَاضَعُوْا،حَتَّى لَاَيَبْغِيَ اَحَدٌعَلَى اَحَدٍ،وَلاَيَفْخَرَاَحَدٌعَلَى اَحَدٍاَخْرَ جَهُ مُسْلِمٌ Artinya “Dari I-yadi bin Himar. Ia berkata Telah bersabda Rasulullah SAW Sesungguhnya Allah telah wajibkan kepadaku. Hendaklah kamu merendahkan diri supaya orang tidak melewati batas terhadap seorang dan tidak seorang bersombong terhadap seorang.” أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَد Artinya “Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلَا يَبْغِ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ “Dan Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling merendah diri agar tidak ada seorang pun yang berbangga diri pada yang lain dan agar tidak seorang pun berlaku zhalim pada yang lain.” HR. Muslimمَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” HR. Muslimمَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلاَّ عِزًّا وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلاَّ رَفَعَهُ اللَّهُ “Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ rendah hati karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” HR. Muslim وَإِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَىَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لاَ يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ وَلاَ يَبْغِى أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ “Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri berbangga diri dan melampaui batas pada yang lain.” HR. Muslim عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ أي شَيْءٌ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا كَانَ عِنْدَكِ؟ قَالَتْ “مَا يَفْعَلُ أَحَدُكُمْ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ يَخْصِفُ نَعْلَهُ وَيُخِيْطُ ثَوْبَهُ وَيَرْفَعُ دَلْوَهُ” Urwah bertanya kepada Aisyah, “Wahai Ummul Mukminin, apakah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tatkala bersamamu di rumahmu?” Aisyah menjawab, “Beliau melakukan seperti apa yang dilakukan salah seorang dari kalian jika sedang membantu istrinya. Beliau mengesol sandalnya, menjahit bajunya dan mengangkat air di ember.” HR. Ahmad كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ “Beliau selalu membantu pekerjaan keluarganya, dan jika datang waktu shalat maka beliau keluar untuk melaksanakan shalat.” HR. Bukhar 2. Hadits tentang Hemat كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ، وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ، إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ “Nabi shallallahu alaihi wa sallam berwudhu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sha’ sampai lima mud air” HR. Bukhari عن أبي كريمة المقدار بن معديكرب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلي الله عليه وسلم يقول ما ملا ادمي وعاء شرا من بطنه بحسب ابن ادم لقيمات يقمن صلبه, فإن كان لا محالة, فثلث لطعامه, و ثلث لشرابه وثلث لنفسه. رواه الترمذي وابن مجة وابن حبان. “ tidaklah seorang anak Adam dapat memenuhi suatu wadah dengan kejelekan kecuali perutnya. Cukuplah bagi anak Adam suapan makanan yang memuat tulang punggungnya tegak. Jika tidak dapat mengalahkan nafsunya maka sebaiknya dia mengisi sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk nafasnya”.HSR Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah وعن النبي عليه الصلاة والسلام-أنه قال “ثلاثة يبغضهم الله تعال من غير جرم الاكول والبخيل والمتكبر. “ tiga golongan manusia yang sangat dibenci Allah Ta’ala tanpa berbuat dosa, yaitu orang yang banyak makan, orang bakhil kikir, dan orang sombong”. Adapun cara mengurangi makan adalah dengan merenungkan manfaat dan pentingnya makan sedikit yaitu menjaga kesehatan tubuh, dapat memelihara diri menghindari barang yang haram dan sifat tamak. أَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ. فَذَٰلِكَ ٱلَّذِي يَدُعُّ ٱلۡيَتِيمَ. وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ Artinya Tahukah kamu orang yang mendustakan agama. Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin 3. Hadits tentang Hidup sederhana Zuhud عَنْ عَمْرِوبْنِ شَعْبٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنِ جَدِّهِ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلْ وَاشْرَبْ وَالْبَسْ وَتَصَدَّقْ فِى غَيْرِ سَرَفٍ وَلاَ مَخِيْلَةٍ أخرجه أبوداود وأحمد ArtinyaDari Amr bin Sya’ab dari bapaknya dari kakeknya ia berkata Rasulullah SAW bersabda “ makanlah, minumlah, berpakaianlah dan bershadaqahlah dengan tidak berlebih-lebihan dan menyombongkan diri” HR. Abu Daud dan Ahmad قَالَ رَسُولُ للَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ» … Rasulullah bersabda “Barangsiapa memakai pakaian mewah, Allah akan memakaikan padanya pakaian hina pada hari kiamat”. حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي خَالِدٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ، فَلْيُجْلِسْهُ، فَلْيَأْكُلْ مَعَهُ، فَإِنْ أَبِي، فَلْيُنَاوِلْهُ مِنْهُ» … Rasulullah bersabda “Ketika pembantu kalian datang menghidangkan maka mintalah ia duduk, maka makanlah bersama dengannya namun apabila ia menolak, ambilkanlah ia makanan itu”. demikian kiranya beberapa hadist Tentang Rendah Diri, Hemat, Dan Hidup Sederhana. Semoga bermanfaat, terima kasih Materi Pembelajaran Kelas VIII SMP Penulis Drs. H. A. Suchaimi, MA GPAI UPT SMPN 5 Gresik Kompetensi Dasar Pengetahuan memahami QS Al-Furqan 25 63, QS Al-Isra’ 17 26-27, dan Hadis terkait tentang rendah hati, hemat dan hidup sederhana Kompetensi Dasar Keterampilan membaca QS Al-Furqan 25 63, QS Al-Isra’ 17 26-27 dengan tartil menyajikan keterkaitan rendah hati, hemat dan hidup sederhana dengan pesan QS Al-Furqan 25 63, QS Al-Isra’ 17 26-27 A. MEMBACA AYAT AL-QUR’AN TENTANG RENDAH HATI, HEMAT DAN SEDERHANA 1. Ayat Al-Qur’an Tentang Rendah Hati 1. Bacaan QS Al-Furqan [25] 63 وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَّ إِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰـمًا ۝ 2. Bacaan QS Al-Isra’ [17] 26-27 وَ ءَاتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَ الْمِسْكِيْنَ وَ ابْنَ السَّبِيْلِ وَ لَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا ۝ إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْآ إِخْوَانَ الشَّـيٰطِيْنِۖ وَ كَانَ الشَّيْطـٰنُ لِرَبِّـهٖ كَفُوْرًا ۝ 3. Memahami Ilmu Tajwid Tentang Hukum Bacaan Al Qomariyah dan Al Syamsiyah Hukum Bacaan Al Qomariyah Yaitu apabila ada huruf Alif Lam ال atau lam ta`rif bertemu dengan salah satu dari 14 huruf Qomariyah di bawah ini, maka bunyi bacaan Alif Lam atau Lam Ta`rif-nya harus di-izh-harkan, atau dibaca jelas. Oleh karena itu, hukum bacaan Al-Qomariyah juga dapat disebut Izh-hâr Qomariyah. Adapun ke-14 huruf Qomariyah tersebut meliputi huruf ا ب غ ح ج ك و خ ف ع ق ي م هـ Semuanya terangkum dalam ungkapan bait nazhom اَبْغِ حَجَّـكَ وَخَفْ عَقِيْمَهْ Hukum Bacaan Al-Syamsiyah Yaitu apabila ada Alif Lam ال atau lam ta`rîf bertemu dengan salah satu dari 14 huruf Syamsiyah di bawah ini, maka bunyi bacaan Alif Lam ال harus di-idghôm-kan atau dimasukkan/dilebur kedalam huruf sesudahnya. Oleh karena itu, hukum bacaan Al-Syamsiyah juga dapat disebut Idghôm Syamsiyah. Adapun ke-14 huruf Syamsiyah tersebut meliputi huruf ط ث ص ر ت ض ذ ن د س ظ ز ش ل Semuanya terangkum dalam ungkapan bait nazhom berikut طِبْ ثُمَّ صِلْ رَحْمًا تَفُزْضِفْ ذَا نِعَمْ ۞ دَعْ سُوْءَ ظَنٍّ زُرْ شَرِيْفًا لِلْكَرَمْ Penerapan hukum bacaan Al Qomariyah dan Al Syamsiyah pada Al-Furqon ayat 63 dan Al-Isro’ ayat 27, sebagai berikut Potongan ayat Hukum Bacaan Alasan وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ Al-Syamsiyah الْ ← ر عَلَى الْأَرْضِ Al-Qomariyah الْ ← ا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ Al-Qomariyah الْ ← ج ذَا الْقُرْبٰى Al-Qomariyah الْ ← ق وَ الْمِسْكِيْنَ Al-Qomariyah الْ ← م وَ ابْنَ السَّبِيْلِ Al-Syamsiyah الْ ← س إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ Al-Qomariyah الْ ← م إِخْوَانَ الشَّـيٰطِيْنِۖ Al-Syamsiyah الْ ← ش وَ كَانَ الشَّيْطـٰنُ Al-Syamsiyah الْ ← ش B. MENGARTIKAN AYAT AL-QUR’AN TENTANG RENDAH HATI, HEMAT DAN SEDERHANA 1. Arti Mufrodat, Terjemahan dan Isi kandungan Al-Furqan [25] 63 Arti Mufrodat QS Al-Furqan [25] 63 وَعِبَادُ Dan para hamba الرَّحْمٰنِ Tuhan yang Maha Penyayang الَّذِيْنَ orang-orang yang يَمْشُوْنَ Mereka berjalan عَلَى الْأَرْضِ di atas Bumi هَوْنًا secara rendah hati وَّ إِذَا dan apabila خَاطَبَهُمُ menyapa mereka الْجٰهِلُوْنَ orang-orang jahil قَالُوْا Mereka mengucapkan سَلٰـمًا kata-kata yg mengan-dung keselamatan Arti Terjemahan QS Al-Furqan [25] 63 أرتيپا "دان هامبا-٢ الله ياڠ ماها ڤّپاياڠ ايتو ايالاه اوراڠ-٢ ياڠ بّرجالان دي أتاس بومي دّڠان رّنداه هاتي, دان أڤابيلا اوراڠ-٢ جاهِل مّپاڤا مّرّكا, ماكا مّرّكا مّڠوڇاڤكان كاتا-٢ ياڠ مّڠاندوڠ كّسّلاماتان". سورة الفُرقان ٦٣ Pesan Kandungan QS Al-Furqan [25] 63 QS Al-Furqon [25] ayat 63 secara garis besar menjelaskan tentang ciri-ciri orang yang tawadhu’, diantaranya adalah bertutur kata yang baik lagi sopan dan penuh sikap rendah hati kepada siapa saja, meskipun kepada orang jahil orang rendahan yang bodoh, jahat, kasar dan semisalnya. Apa yang disebut tawadhu’?. Tawadhu’ artinya rendah hati. Maksudnya merasa tidak sombong dan angkuh atas kelebihan yang diberikan Allah SWT kepada kita. Kita tidak memiliki perasaan lebih mulia, lebih hebat, lebih tinggi, lebih pintar, lebih baik, dan kelebihan-kelebihan lainnya daripada orang lain. Di dalam hati kita tidak pernah terbersit sedikitpun perasaan sombong atau lebih baik dari orang lain, serta perasaan bangga dengan potensi dan prestasi yang kita miliki. Kita tidak merasa malu dan gengsi melakukan apa saja yang bersifat baik dalam berbagai aktifitas sehari-hari. Rasulullah SAW menganjurkan agar kita berperilaku tawadhu’ seperti dalam sabdanya,dari Iyadh bin Himar, yang diriwayatkan oleh imam Muslim إِنَّ اللَّهَ اَوْحَى إِلَيَّ اَنْ تَوَاضَعُوْا حَتَّى لَا يَفْخَرَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ وَ لَا يَبْغِيَ اَحَدٌ عَلَى اَحَدٍ رَوَاهُ مُسْلِمٌ أرتيپا "سّسوڠݤوهپا الله تّلاه مّواحيوكان كّڤاداكو اݤار ساليڠ بّرسيكاڤ رّنداه هاتي, سّهيڠݤا سالاه سّأوراڠ داري كاليان تيداء ساليڠ مّمباڠݤاكان اتاس ياڠ لاين دان تيداء ساليڠ مّنظاليمي اتاس ياڠ لاين". Rasulullah memberikan teladan yang baik dalam bersikap tawadhu’, meskipun beliau tergolong orang terhormat dan tinggi derajatnya, sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Abu Said al-Khudari ra sebagai berikut ini “Jadilah kalian seperti Nabi Muhammad SAW. Beliau SAW menjahit sendiri bajunya yang sobek, memberi makan sendiri untanya, memperbaiki rumahnya, memerah susu kambingnya, membuat sandalnya, makan bersama-sama dengan pembantu-pembantunya, memberi mereka pakaian, membeli sendiri keperluannya di pasar dan memikulnya sendiri ke rumahnya. Beliau menemui orang kaya maupun miskin, orang tua maupun anak-anak; mengucapkan salam lebih dulu kepada siapa yang berpapasan dengan beliau, baik orang yang lebih tua maupun anak-anak, kulit hitam, merah, maupun putih, orang merdeka maupun hamba sahaya sepanjang mereka termasuk orang yang suka shalat. Beliau SAW adalah orang yang sangat rendah hati, lembut perangainya, dermawan luar biasa, indah perilakunya, selalu berseri-seri wajahnya, murah senyum pada siapa saja, dermawan tapi tidak berlebih-lebihan, mudah iba hatinya, sangat penyayang pada semua muslimin. Beliau SAW datang sendiri menjenguk orang sakit, menghadiri penguburan, berkunjung baik mengendarai keledai maupun berjalan kaki, mendatangi undangan dari para budak dan rakyat jelata lainnya. Bahkan ketika wilayah kekuasaan Islam semakin luas yang meliputi jazirah Arabia, maka datanglah seorang A’rabiy rakyat jelata menghadap kepada beliau SAW dengan gemetar seluruh tubuhnya, lantas beliau SAW segera menghampiri orang tersebut dan berkata “Tenanglah, tenanglah, saya ini bukan Raja, saya hanyalah anak seorang wanita Quraisy yang biasa makan daging kering”. HR Ibnu Majah-3312 dari abu Mas’ud al-Badariiy Orang yang rendah hati tidak berarti bahwa dia orang rendahan, direndahkan atau tidak dihormati oleh orang lain, malahan justru dia akan terangkat derajatnya dan dihormati & dimuliakan oleh siapa saja yang melihatnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam Hadis Nabi مَنْ تَوَاضَعَ لِلَّهِ رَفَعَهُ اللَّهُ وْمَنْ تَكَبَّرَ وَضَعَهُ اللَّهُ. رَوَاهُ البَزَّارْ أرتيپا "باراڠ سياڤا ياڠ تَوَاضُع رّنداه هاتي كارّنا الله ماكا الله اكان مّڠاڠكات دّراجاتپا. دان سياڤا ساجا ياڠ تَكَبُّر سومبوڠ ماكا الله اكان مّرّنداهكان دّراجاتپا" Sifat tawadhu' menimbulkan rasa persamaan, menghormati orang lain, toleransi, rasa senasib, dan cinta pada keadilan. Tetapi sebaliknya sifat takabbur membawa seseorang kepada budi pekerti yang rendah seperti dengki, marah, mementingkan diri sendiri, serta suka menguasai dan menzhalimi orang lain 2. Arti Mufrodat, Terjemahan dan Isi kandungan QS Al-Isra’ [17] 26-27 Arti Mufrodat QS Al-Isra’ [17] 26-27 وَ ءَاتِ Dan berikanlah ذَا الْقُرْبٰى Pada keluarga yang dekat حَقَّهٗ haknya وَ الْمِسْكِيْنَ dan orang miskin وَ ابْنَ السَّبِيْلِ dan orang yang dalam perjalanan وَ لَا تُبَذِّرْ dan jangan mengham-bur-2kan hartamu تَبْذِيْرًا secara boros إِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ Sesungguhnya Para pemboros كَانُوْآ Mereka itu adalah إِخْوَانَ الشَّـيٰطِيْنِۖ Para saudara syaitan-syaitan وَ كَانَ Dan adalah الشَّيْطـٰنُ syaitan لِرَبِّـهٖ kepada Tuhannya كَفُوْرًا Itu sangat ingkar Terjemahan QS Al-Isra’ [17] 26-27 أرتيپا "دان بّريكانلاه هاك كّڤادا كّلوارݤا-٢ ياڠ دّكات, اوراڠ ميسكين دان اِبْنُ سَبِيل اوراڠ ياڠ دالام ڤّرجالانان. دان جاڠانلاه كامو مّڠهامبور-هامبوركان هارتامو سّڇارا بوروس. سّسوڠݤوهپا الله ڤارا ڤّمبوروس ساودارا-ساودارا شّتان. سّداڠكان شّتان ايتو ساڠات ايڠكار كّڤادا توهانپا" سورة الإسراء ٢٦-٢٧ Pesan Kandungan QS Al-Isra’ [17] 26-27 QS Al-Isra’ [17] 26-27 secara garis besar menjelaskan tentang pola hidup hemat, sederhana dan menghindari sikap berlebihan boros, karena pemborosan merupakan pola hidup syetan. Dengan begitu, para pemboros adalah teman-teman syetan. Selain itu, ayat 26 QS Al-Isro’ juga memerintahkan agar kita tidak bersikap KIKIR / Bakhil, yaitu dengan cara memberikan sebagian harta sebagai shodaqoh, zakat, hibah kita kepada orang-orang yang berhak menerimanya, diantaranya kepada fakir-miskin dan ibnu sabil, terutama mereka yang tergolong keluarga/famili dekat kita. Apa yang disebut hidup hemat? Menurut pengertian bahasa, HEMAT artinya berhati-hati & penuh pertimbangan. Menurut pengertian istilah, HEMAT adalah sikap kehati-hatian dan penuh pertimbangan dalam membelanjakan harta, serta dalam menggunakan barang sesuai dengan kebutuhan & kegunaannya. HEMAT tidak berarti menahan harta secara berlebihan kikir, bakhil, akan tetapi membelanjakan harta secara cermat dan hati-hati. Orang yang berpola hidup hemat akan mampu mengatur harta dan memilih keperluan mana yang harus didahulukan dan mana yang perlu ditunda, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak ada manfaatnya. Terhadap hal-hal yang tidak ada manfaatnya, dia akan menahan hartanya kikir. Bila ada manfaatnya menurut ajaran agama, baik untuk dirinya maupun orang lain, baik manfaat di dunia maupun akhirat, maka dia tidak akan “eman’ atau segan membelanjakan hartanya, meskipun hartanya menjadi habis boros. Jadi, Sikap dan pola hidup HEMAT ini posisinya di tengah-tengah antara sikap bakhil kikir, medit dan mubadzir boros. Dengan posisi pertengahan ini dipandang agama sebagai sikap / pola hidup yang terbaik. Nabi SAW bersabda خَيْرُ الْأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا Artinya “Sebaik-baik sikap/perkara adalah sikap pertengahan”. Sikap & pola hidup hemat antara lain tercermin dalam perilaku sebagai berikut 1. Hidup secara sederhana dalam segala hal. Bersikap apa adanya sesuai dengan kondisi yang ia miliki, tidak suka mengada-ada, dan tidak suka berfoya-foya & hidup mewah. Hal ini sesuai dengan Hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, bersumber dari informasi Umamah Iyas bin Tsa’labah, bahwa pada suatu hari para sahabat membicarakan kemewahan duniawi, lalu Nabi SAW bersabda أَلَا تَسْمَعُوْنَ؟ أَلَا تَسْمَعُوْنَ؟ إِنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيْمَانِ. إِنَّ الْبَذَاذَةَ مِنَ الْإِيْمَانِ. أرتيپا "اڤاكاه كاليان تيداء مّندّڠار؟ اڤاكاه كاليان تيداء مّندّڠار؟ , سّسوڠݤوهپا كّسّدّرهاناأن ايتو باݤيان داري ايمان. سّسوڠݤوهپا كّسّدّرهاناأن ايتو باݤيان داري ايمان". رواه أبو داود 2. Berhati-hati, cermat dan penuh pertimbangan dalam membelanjakan hartanya. Allah berfirman dalam QS Al-Furqan 27 وَ الَّذِيْنَ إِذَا أَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَانَ بَيْنَ ذَالِكَ قَوَامًا أرتيپا "دان اوراڠ-٢ ياڠ أڤابيلا مّمبّلانجاكان هارتا, مّرّكا تيداء بّرلّبيه-لّبيهان دان تيداء ڤولا كيكير, دان ڤّمبّلانجاأنپا ايتو ادالاه دي تّڠاه-٢ انتارا ياڠ دّميكيان". سورة الفُرقان ٢٧ 3. Tidak kikir bakhil dan tidak boros mubadzir. Allah berfirman dalam QS Al-Isra’ 29 وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُوْلَةً إِلَى عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ الْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُوْمًا مَحْسُوْرًا Artinya “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu kikir, bakhil dan janganlah kamu terlalu mengulurkannya boros, mubadzir, sehingga kamu menjadi tercela dan menyesal”. QS Al-Isra’ 29 . 4. Suka menabungkan harta yang tersisa dari belanjanya, untuk memenuhii kebutuhannya di masa mendatang. Nabi SAW bersabda رَحِمَ اللَّهُ امْرَأً اكْتَسَبَ طَيِّبًا وَ أَنْفَقَ قَصْدًا و قَدَّمَ فَضْلًا لِيَوْمِ فَقْرِهِ وَحَاجَتِهِ. Artinya “Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang yang mencari harta secara baik halal. Dia membelanjakannya secara hemat dan menabungkan kelebihan dari hartanya itu untuk keperluan pada saat dia fakir-miskin dan membutuhkannya”. HR Ibnu Najjar.

hadis terkait tentang rendah hati hemat dan hidup sederhana